Jumat, 26 Maret 2010



Waduk Sempor Pernah Tewaskan 127 Orang

Kebumen, CyberNews. Tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung yang meluluh-lantakkan kawasan Cireundeu, Ciputat, Tangerang, Banten hingga sejauh dua kilometer membawa ingatan pada tragedi serupa di Kabupaten Kebumen di masa lalu. Sekitar 42 tahun lalu persisnya tahun 1967 Waduk Sempor dengan bendungan yang masih berupa timbunan tanah, jebol dengan sebab yang tidak jauh beda dengan Situ Gintung.

Maka tidak berlebihan jika jebolnya tanggul Situ Gintung membuat warga yang tinggal di bawah Waduk Sempor menjadi teringat akan masa lalu. Sebab pada tahun tersebut tanggul waduk yang sedang dibangun itu jebol hingga menewaskan sekitar 127 orang.

Pada saat itu bendungan Sempor belum dilengkapi dengan spillway sehingga pengaturan aliran air hanya dilakukan lewat pintu air dengan kunci yang dipegang seorang petugas.

Salah satu saksi mata Mandikromo (83) menceritakan, suatu hari terjadi hujan deras mengguyur kawasan waduk. Sehingga volume air waduk Sempor meningkat. Sekitar pukul 22.00 bendungan pun jebol mengguyurkan jutaan meter kubik air ke Sungai Jatinegara hingga menggenangi kawasan Gombong utara dan barat.

"Karena kejadiannya pada malam hari banyak warga yang tinggal di bawah waduk tidak bisa menyelamatkan diri," ujar warga Desa Kaliputih, Kecamatan Sempor kepada Suara Merdeka, Senin (6/4).

Bapak dari enam anak dan 24 cucu itu mengenang, banyak pemuda yang pulang dari perantauan menjadi korban. Sebab peristiwa itu terjadi menjelang bulan puasa. Pria yang juga ikut menjadi tanaga kasar pada proyek itu menceritakan, setelah tragedi tersebut pembangunan waduk sempat mangkrak selama 15 tahun.

Sebelumnya, bekas waduk merupakan pemukiman warga. Pembayaran ganti rugi tanah untuk proyek tersebut sudah dimulai tahun 1958. Sedangkan warga yang tanahnya dibebaskan kemudian bertransmigrasi ke wilayah Sumatera yakni Riau dan Jambi. "Pada waktu sebagai tukang kayu ia mendapakan upah antara Rp 20-25 dengan harga beras masih Rp 3/kg," katanya.

Guna mengenang peristiwa tersebut, pemerintah membangun monumen di Waduk Sempor. Selain daftar korban jebolnya waduk Sempor, monumen yang diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik Prof DR Ir Sutami pada Maret 1978 itu juga dituliskan nama-nama pekerja proyek yang meninggal saat pengerjaan proyek tersebut.

Dari kurun waktu tahun 1961 hingga 1977 tercatat jumlah korban yang meninggal di lokasi proyek itu sebanyak 11 orang. Sayangnya monumen di kawasan waduk yang terletak enam kilometer sebelah utara Gombong itu kini dalam kondisi tidak terawat. Kondisi itu diperparah dengan ulah tangan jahil pengunjung yang mencorat-coret monumen bersejarah tersebut. Padahal monumen itu dapat mengingatkan pada peristiwa itu dan berusaha agar peristiwa yang sama kembali terulang.

(Supriyanto /CN13)

2 komentar:

  1. ijin copas beberapa materi ya,, thanks,,

    BalasHapus
  2. Saya pernah di ceritain kejadian ini oleh Alm. Kakek saya yang waktu itu menjadi mantri kehutanan di ketileng.

    BalasHapus